Kasus Dugaan Tindak Pidana Kekerasan Berakhir Damai
-

JAKARTA, anmnews.id-
Kasus yang menjerat seorang suami yang di fitnah dan di
sekap di dalam kamar oleh istrinya untuk tidak pergi kemana mana ataupun kerja
selayaknya orang biasa, mantan supir taksi blue bird group Jakarta dan
Kemayoran, menikah secara agama kerap di persexusi oleh istri sirinya. Kejadian
tersebut terjadi pada tahun 2023 bulan Desember.
Kejadian ini berujung pada pelaporan yang dilakukan oleh
Istri siri ke pihak kepolisian Metro Jakarta Selatan dengan tertuduh Rendi Eka
Putra, dugaan Penganiyaan terhadap istri sirih Nya.
Baca Lainnya :
- Kuasa Hukum Laporkan Dugaan Penyerobotan Tanah di Payakumbuh Sumatera Barat0
- Peserta Workshop Lakukan Kunjungan ke Tempat Uji Kompetensi Pemanfaatan Hasil Hutan0
- Prestasi Andien Khalisah Alvera, Dari Nusantara untuk Dunia0
- Pentingya Jaringan Internet di Dunia Pendidikan0
- Sebanyak 130 Sekolah di Kabupaten Beltim Terpasang Jaringan Internet0
Menurut Kuasa Hukum Rendi Eka Putra, DR (C) M.Rosidi, SH., MH
kepada media ini mengungkapkan klien nya justru menjadi korban dari istri
sirinya, namun faktanya menjadi terlapor, untuk itu pihaknya memberikan
pendampingan saat pihak kepolisian melakukan pemanggilan kepada Rendi.
Selama ini justru Rendilah yang menjadi korban, dan sering mendapatkan
perlakuan tidak manusiawi. Merasa dijadikan sebagai suami yang hanyalah
melayani kebutuhan batin, hingga di sekap dan di intimidasi oleh anak tiri dan
istri sirinya.
Modus tertentu yang dilakukan oleh SN terhadap Rendi Eka
Putra yakni dugaan pemerasan dan melakukan transaksi elektronik disebuah akun
Facebook, yang seolah-olah Rendi adalah pelaku kejahatan terhadap istrinya.
Hal ini tentunya dapat dapat bidik dengan Undang-undang (UU)
ITE yang mengatur ujaran kebencian adalah Pasal 28 ayat (2) UU 1/2024. Pasal
ini melarang tindakan menyebarkan kebencian terhadap suku, agama, ras, dan
antargolongan (SARA) melalui media elektronik. Sanksi pidana bagi pelaku ujaran
kebencian adalah penjara maksimal 6 tahun dan/atau denda maksimal Rp1 miliar.
Melalui KUASA hukumnya DR (C) M.Rosidi, SH., MH Memenuhi
panggilan dugaan tidak pidana kekerasan pasal perlindungan perempuan Dan anak
(PPA) di Polres jakarta selatan Kebayoran baru , untuk menghadap Kanit Reskrim
PPA, dan berakhir dengan upaya damai.
Jika kasus ini terus berkanjut, maka pihaknya akan melakukan
upaya hukum dengan melaporkan yang bersangkutan berdasarkan UU ITE, karena apa
yang diinformasikan melalui akun Youtube itu tidak benar.
(Mustamid/RSD)
Video Terkait:
