Pemkab Beltim Pastikan Pasokan Gas Elpiji 3 kg di Beltim, Aman
-

BELITUNG, anmnews.id
Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Beltim) melalui Bagian Perekonomian Pembangunan dan
Sumber Daya Alam (Ekbang dan SDA) Setda Kabupaten Beltim merespon cepat terkait isu kelangkaan gas elpiji 3 kilogram
(kg) yang dikeluhkan warga dalam sepekan terakhir.
"Isu kelangkaan gas 3 kilogram yang mencuat seminggu
terakhir ini, kami sudah berkoordinasi dengan pihak Pertamina, tidak ada
pengurangan supply ke agen dan penyalur se-Beltim,” kata Tri Astuti Ramadhani
Haliza selaku kepala Bagian Ekbang dan SDA, Selasa (8/10/2024).
Baca Lainnya :
- Kunjungan Kapolres Majalengka dengan Tokoh Agama di Pondok Pesantren Al-Madani Sukahaji0
- Dandim Letkol Inf Yanuar Setyaga, S.I.P. Beserta Ketua Persit KCK Cabang XXVII Hadiri HUT TNI0
- Dinas PUTR Majalengka Realisasikan Perbaikan Jalan Majalengka - Dawuan0
- Bongkar Bumi Merupakan Tradisi Adat Desa Balagedog Jelang Musim Penghujan0
- Slogab Cagun 02: Kita Harus Sehat Biar Bisa Berbuat dan Berfikir, untuk Wujudkan Ekonomi Masyrakat0
Tri Astuti mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic
buying dan pihaknya menjamin pasokan gas elpiji 3 kg aman untuk masyarakat
Beltim dan tidak ada pengurangan pasokan.
Ia menjelaskan dalam
seminggu ini pihaknya sudah melakukan pengecekan data dan membandingkan data
dengan penyaluran gas 3 kg ke agen-agen se-Beltim. Dari hasil pengecekan di
lapangan, pangkalan-pangkalan yang menjadi penyalur, tetap melayani rumah
tangga maksimal 1-2 tabung per hari, sedangkan untuk UMKM diberikan hingga 3
tabung.
Ia menyayangkan kondisi tersebut di tengah pendistribusian
elpiji 3 kg yang tetap normal dengan jumlah 3.920 tabung per hari yang
disalurkan kepada 3 agen resmi ke penyalur-penyalur.
"Sebanyak 3 agen menyalurkan gas 3 kg ke seluruh
penyalur se-Beltim dengan jumlah 3.920 tabung perhari. Rata-rata penyalur
menerima minimal 100 tabung dari agen," ungkapnya.
Agen tersebut yakni PT Hera Makmur Sentosa Bersama, PT Mulia
Berlian Sejahtera, dan PT Pertamina Retail Belitung Timur.
Dijelaskannya, gas elpiji 3 kg dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp18.350 ini merupakan produk subsisdi dan targetnya jelas untuk masyarakat miskin dan pelaku UMKM, untuk itu dihimbau untuk mematuhi aturan agar targetnya tepat sasaran.
“Pemda tetap menerima aduan dari masyarakat, bila ada aduan
maka kami segera tindaklanjuti ke pihak Pertamina. Jika kelangkaan masih
terjadi dalam beberapa hari ke depan, kami akan berkirim surat ke Dirjen Migas
melalui pihak Pertamina untuk menambah supply gas ke Beltim,” ungkapnya.
Salah satu warga Desa Kurnia Jaya, Kecamatan Manggar, Tuti
(55) mengeluhkan gas elpiji 3 kg yang beberapa minggu terakhir sangat sulit
didapatkan, baik di pangkalan gas elpiji dan warung-warung.
“Sudah satu minggu-an ini keliling-keliling ke pangkalan dan
warung-warung, kosong semua. Ya udah, terpaksa pakai kayu bakar,” ujar nenek 3
orang cucu ini.
Kondisi ini dirasakan berat oleh penjual pecal, Mira (40) warga Desa Lalang Manggar. “Gas
sangat sulit dicari, saya sampai tidak bisa jualan seminggu ini karena
kehabisan gas. Harapan saya tidak ada kelangkaan dan bisa kembali normal,”
harap Mira.
(Arsoyo)
Video Terkait:







