Majalengka Dukung Program Bongkar Ratoon Tebu untuk Swasembada Gula Nasional
-

MAJALENGKA, anmnews.id - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Perkebunan terus memperkuat langkah percepatan swasembada gula nasional melalui pelaksanaan Tanam Bersama Bongkar Ratoon Tebu di seluruh Indonesia. Kegiatan ini merupakan bagian dari program strategis peningkatan produksi dan produktivitas tebu tahun 2025.
Pemerintah Kabupaten Majalengka menyatakan kesiapan penuh dalam mendukung Program Bongkar Ratoon Tebu yang digulirkan oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia sebagai bagian dari upaya percepatan swasembada gula nasional. Dukungan tersebut semakin diperkuat dengan keberadaan Pabrik Gula (PG) Jatitujuh sebagai penopang utama industri gula di wilayah Majalengka.
Sebagai bagian dari pelaksanaan program, pada 9 Januari 2026 telah dilaksanakan Rapat Sinkronisasi Data Salur Benih Bongkar Ratoon Tebu Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Indramayu Tahun Anggaran 2025, bertempat di Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat.
Baca Lainnya :
- DPT Kabupaten Beltim Bertambah 564 Pemilih0
- Camat Kandanghaur Melepas Acara MTQ Tingkat Kabupaten Indramayu0
- Kepala BP2SDM LHK: Lulusan SMK Kehutanan Harus Kompeten dan Siap Kerja0
- TNI dan Polri Bersinergi Ciptakan Kondusifitas Wilayah Jatiwangi Jelang Pilkada 20240
- Polres Majalengka Gelar Binrohtal di Masjid Al-Jamiussolihin dan Virtual untuk Jajaran Polsek0
Dalam rapat tersebut disepakati bahwa penyerahan benih dari penyedia kepada penerima bantuan dilengkapi dengan peta polygon dan dituangkan dalam Berita Acara Serah Terima Barang. Selain itu, PPK dan penyedia menandatangani Berita Acara Serah Terima Hasil Pekerjaan. Berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan dan hasil sinkronisasi data, hingga 9 Januari 2026, realisasi penyaluran benih bongkar ratoon tebu di Kabupaten Majalengka telah mencapai 417 hektare dari target 1.000 hektare, sedangkan di Kabupaten Indramayu terealisasi 170 hektare dari target 1.000 hektare.
Untuk memenuhi kekurangan penyaluran benih tersebut, penyedia benih PT Nadi Mitra Sejahtera telah menyanggupi untuk segera mendistribusikan sisa benih bongkar ratoon, masing-masing seluas 583 hektare untuk Kabupaten Majalengka dan 830 hektare untuk Kabupaten Indramayu, yang ditargetkan rampung paling lambat Minggu keempat Januari 2026.
Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan (DP3K) Kabupaten Majalengka, H. Gatot Sulaeman, menegaskan bahwa Program Bongkar Ratoon Tebu merupakan langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas tebu sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.
“Program Bongkar Ratoon Tebu merupakan langkah strategis dari Kementerian Pertanian untuk meningkatkan produktivitas tebu dan mempercepat terwujudnya swasembada gula nasional. Pemerintah Kabupaten Majalengka siap mendukung penuh pelaksanaan program ini, baik dari sisi pendampingan petani, kesiapan lahan, maupun koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya, Selasa (20/1/2026).
Ia juga menambahkan bahwa keberadaan PG Jatitujuh menjadi keunggulan tersendiri bagi Kabupaten Majalengka dalam pengembangan komoditas tebu. Lahan tebu di wilayah Majalengka sekitar 3000 hektar yang berada di Kecamatan Jatitujuh, Kertajati, Ligung dan Sumberjaya.
“Dengan adanya Pabrik Gula Jatitujuh, Majalengka memiliki posisi strategis dalam pengembangan tebu. Kami optimistis program ini mampu meningkatkan hasil panen, kualitas tebu, serta kesejahteraan petani, sekaligus memperkuat peran Majalengka sebagai daerah penyangga produksi gula di Jawa Barat,” tambahnya.
Melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyedia benih, pabrik gula, serta para petani, Program Bongkar Ratoon Tebu diharapkan dapat berjalan optimal dan memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian target swasembada gula nasional.
Salah seorang petani tebu di Kabupaten Majalengka, Herman, menyambut baik pelaksanaan Program Bongkar Ratoon Tebu yang digulirkan Kementerian Pertanian.

“Program bongkar ratoon ini sangat membantu kami para petani. Dengan benih baru dan pendampingan dari pemerintah, kami berharap produktivitas tebu bisa meningkat dan hasil panen menjadi lebih baik dibandingkan sebelumnya,” ujarnya.
Ia juga berharap penyaluran benih dapat dilakukan tepat waktu agar proses tanam tidak terganggu.
“Kami berharap distribusi benih dapat berjalan sesuai jadwal sehingga masa tanam tidak tertunda. Dengan dukungan pemerintah daerah dan adanya PG Jatitujuh, kami optimistis usaha tani tebu ke depan semakin menjanjikan,” tambahnya.
( Din. f)
Video Terkait:







