Pembangunan Monumen Boboko Merupakan Ciri Khas Masyarakat Desa Trajaya
-

MAJALENGKA, anmnews.id - Desa Trajaya Kecamatan Palasah, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, sebagai pengrajin tangan tradisional masyarakat sunda yaitu penganyam boboko yang digunakan untuk tempat nasi, khususnya di Desa Trajaya.
masyarakatnya merupakan para pengrajin anyaman bambu yang sudah turun-temurun, yang dikenal sebagai pengrajin boboko yaitu sebuah wadah atau tempat tradisional yang sampai saat ini masih digunakan masyarakat terutama masyarakat Sunda dalam aktifitasnya.
Boboko memiliki nilai, kesederhanaan, ketekunan, dan kearifan lokal, serta boboko ini sebagai identitas atau ciri khas daerah tersebut.
Baca Lainnya :
- Membludak Ribuan Pelamar CPNS Di Kabupaten majalengka Tahun 20240
- Kapolres Majalengka Resmikan Renovasi Kantor Bhayangkari0
- Cek Persyaratanya, Pendaftaran KPPS Pilkada 2024, Di Buka Pada Tanggal 17 September0
- Dewan Kiki Arindi ST Siap Wujudkan Akses Jalan Sawah Yang Lebih Baik di Desa Larangan Jambe0
- Deklarasi dan Penyerahan SK GRIB JAYA PAC ARGAPURA Dihadiri Cabup Majalengka0
Menurut Kepala Desa Trajaya H, Nanang Suryana pada Selasa, 26-8-2025, mejelaskan, bahwa memang betul bahwa masyarakat masih menekuni pengrajin bambu atau yang di sebut Boboko ini sudah turun temurun, hingga saat ini, Ucapnya.
H. Nanang menjelaskan, karena Boboko ini merupakan produk kearifan lokal maka saya selaku Kepala Desa besama lembaga serta pihak terkait bermusyawarah untuk membangun monumen Boboko di depan Desa Trajaya sebagai tanda ciri khas masyarakat kami adalah pengrajin boboko tradisional sebagai mata pencahariannya dan itu merupakan pengrajin UMKM.
Ditegaskan bahwa pembangunan monumen Boboko di depan agar masyarakat luas tahu dan mengenal bahwa boboko yang mereka gunakan bisa saja dari sini, juga kita bangga sebagai masyarakat Desa Trajaya yang memiliki identitas suatu kerajinan yang memiliki nilai dan memiliki kerajinan kearifan lokal, dengan dibangunnya monumen itu merupakan suatu kehormatan dengan tidak menghilangkan identitas masyarakat Desa Trajaya, Tegas H. Nanang.
( Din.f )
Video Terkait:
