Kapolsek Keles, AKP Heriyanto, S.H., Memimpin Pengamanan Kegiatan Upacara Adat Ngarot Desa Nunuk
-

INDRAMAYU, anmnews.id - Polsek Lelea, Polres Indramayu, Polda Jabar, AKP Heriyanto, S.H.,
memimpin pengamanan kegiatan upacara adat Ngarot desa Nunuk, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu, melibatkan, Koramil Lelea, Pol PP Kecamatan Lelea, dan Pemerintah Desa Nunuk, Minggu, 28/12/2025.
Kegiatan ini agar dapat berjalan lancar, aman, dan kondusif. Ini adalah bagian dari tugas kami untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat selama pelaksanaan adat ngarot,” ungkap Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang, melalui Kapolsek Lelea (AKP Heriyanto, S.H.,).
Baca Lainnya :
- Camat Kandanghaur Melepas Acara MTQ Tingkat Kabupaten Indramayu0
- Kepala BP2SDM LHK: Lulusan SMK Kehutanan Harus Kompeten dan Siap Kerja0
- TNI dan Polri Bersinergi Ciptakan Kondusifitas Wilayah Jatiwangi Jelang Pilkada 20240
- Polres Majalengka Gelar Binrohtal di Masjid Al-Jamiussolihin dan Virtual untuk Jajaran Polsek0
- Ribuan Siswa SD, SMP, SMA Ikuti Festival Olah raga, Peringati Haornas Tingkat Kabupaten Majalengka0
"Alhamdulillah selama Prosesi upacara adat Ngarot berlangsung tertib, masyarakat yang hadir merasa aman selama pelaksanaan, kami berharap tradisi adat seperti ini dapat tetap dilestarikan menjadi momen yang membentuk kebersamaan antar warga,"ucapnya.
Dengan suksesnya pengamanan adat Ngarot, Polres Indramayu melalui Polsek Lelea, menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan masyarakat, terutama dalam mendukung pelaksanaan tradisi adat yang memiliki nilai budaya dan sosial tinggi,"imbuhnya.
"Di tempat terpisah sesepuh desa Nunuk, (Watmo) mengatakan, Pesta Adat Ngarot yang di gelar oleh pemerintah Desa Nunuk, sebagai ungkapan rasa syukur menyambut musim tanam padi, yang melibatkan pemuda-pemudi perawan/perjaka (Putra/Putri Ngarot) untuk belajar pertanian, membina moral, dan melestarikan budaya," tambahnya.
Lebih lanjut Ia mengatakan, pemberangkatan gadis ngarot dan jejaka ngarot, dimulai dari rumah Kuwu Nunuk Andi purnomo, diarak keliling desa, sampai ke balai desa untuk melaksanakan ritual.
"Gadis ngarot mengenakan bunga melati dan bunga kenanga, sebagai simbol kesucian yang akan layu jika tidak menjaga kehormatan, kemudian acara tersebut dilanjutkan dengan menyerahkan benih oleh kuwu, kendi berisi air oleh istri kuwu, pupuk oleh tua desa, dan raksa bumi menyerahkan alat pertanian," tuturnya pada media ini.
Camat Lelea (Atang Suwandi, S.STP, M.Si,) turut hadir dalam acara Adat Ngarot di Desa Nunuk, bersama jajaran pemerintah kecamatan lainnya, mengapresiasi acara tersebut sebagai simbol dimulainya masa tanam dan harapan panen melimpah untuk mewujudkan Indramayu sebagai lumbung padi Nasional.
Lebih lanjut Ia mengatakan, ngarot adalah kearifan lokal yang harus dipertahankan dan dijaga warisan budaya leluhur atau para pendiri yang berkaitan dengan adat istiadat desa, artinya dengan adanya adat ngarot di desa yang beraneka ragam tradisional ini.
Pantauan anmnews TV, di pagi ini menjadi momen besar untuk masyarakat desa Nunuk, seperti kita lihat ribuan pasangan mata dari berbagai wilayah, menyaksikan tradisi ini, tradisi khas kota mangga Indramayu, rutin dilaksanakan setiap akhir tahun 28/12/2025.
Tradisi yang memiliki kandungan makna sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, atas limpahan hasil panen padi yang didapatkannya, sekaligus menyambut kedatangan musim tanam rendeng 2025-2026, yang diharapkannya hasil bertani melimpah dan dijauhi dari masalah dan bencana.
Momen yang ditunggu-tunggu sejumlah pengunjung, ketika puluhan gadis ngarot berpakaian khas tradisional dan hiasan warna-warni bunga melati dan bunga kenanga di kepala sang gadis ngarot yang menawan diarak di tengah kerumunan orang banyak.
"Selain gadis juga ada jejaka ngarot berbaju adat, ikut dalam arak-arakan menuju Balai Desa Nunuk, untuk melaksanakan upacara adat ngarot yang di dalamnya dilakukan ritual dan do'a, suasana kian sakral ditambah aroma mewangi bunga kenanga dan bunga melati, mengantarkan mitos bahwa bunga yang menghiasi kepala sang gadis ngarot itu konon akan layu apabila sang gadis tidak gadis lagi, ketika prosesi ritual dan dua berlangsung
Dalam acara Tersebut turut hadir, Porkopincam Kecamatan Lelea, Kuwu Andi Purnomo, Perangkat desa Nunuk, Lembaga desa Nunuk, BPP Kecamatan Lelea, Para Kuwu dan undangan yang lainya.
(Lilik Rakiyah)
Video Terkait:







